Penyebab Sembelit Pada Bayi

NORMALNYA, tinja bayi berubah-ubah sesuai umurnya. Dimulai dengan
tinja encer kehijauan (mekonium) pada hari-hari awal pascalahir.
Selanjutnya biasanya setelah minggu pertama, tinja bayi berubah
sifatnya sesuai dengan susu yang diminumnya. Tinja bayi yang diberi
ASI berbeda dengan tinja bayi yang bukan diberi ASI. Sembelit berkait
dengan sifat tinja. Apabila konsistensi tinja keras, volume relatif
kurang besar dan liat, umumnya lebih sukar dikeluarkan dibanding
apabila tinja bayi bersifat normal, yakni lunak, lembab (moist)
layaknya pasta gigi atau pisang yang sangat masak.

Kapan bayi disebut sembelit? Bila dalam dua hari tidak buang air
besar. Normalnya bayi buang air besar satu sampai dua kali setiap
hari. Selama konsistensi dan volume tinja normal, baru buang air besar
dalam 48 jam tidak bermasalah. Tinja bayi dikategorikan normal jika
lunak, lembab (moist), bervolume (berisi) tidak liat, dan tidak pula
encer. Bayi dinyatakan sembelit bila dalam dua hari tidak buang air
besar, dan tinjanya bersifat keras, dan liat.

Bayi yang cukup mengkonsumsi ASI umumnya tidak bermasalah dengan buang
air besarnya dan jarang dijumpai kasus sembelit. Demikian juga pada
bayi yang sudah mendapat makanan tambahan (makanan padat pendamping
ASI), lebih jarang lagi mengalami sembelit, selama makanannya cukup
mengandung serat (dietary fiber). Makanan padat pertama berupa bubur
susu. Usus bekerja lebih giat apabila makanan harian sudah mulai ada
isinya (berbungkah, bulk). Kita tahu makanan pokok bayi awalnya hanya
cair (ASI), dan bukan makanan (yang bersifat padat, berisi).

Penyebab Sembelit

Karena ada berbagi hal menjadi penyebab sembelit, maka perlu mencari
apa dasar penyebab sembelit bayi; antara lain masalah organ setempat,
misal adanya: kelainan metabolisme, fisura (retak/rekahan),
pembengkakan, tumor, kelainan saraf setempat dll. Bila dokter telah
menentukan tidak ada masalah dan/atau kelainan seperti tersebut
diatas, kemungkinan lain sembelit bisa jadi karena:

*

Kekurangan cairan, kata lain kurang minum. Metabolisme pada bayi
yang tinggi memungkinkan mengeluarkan cairan (kencing, keringat) lebih
banyak, bila tidak segera diganti dengan cukup minum sering
menyebabkan kurang cairan, hingga menyebabkan tinja keras, tidak lunak
dan kurang lembab ( less moist ). Tabel di bawah, dapat digunakan
sebagai patokan perhitungan berapa banyak bayi membutuhkan cairan
setiap harinya. Maksud cairan adalah ASI (atau minuman lain misal
juice, kuah yang sesuai usia bayi dan petunjuk dokter).
*

Pengeluaran cairan berlebihan juga bisa lingkungan misal karena
cuaca panas, membuat bayi banyak berkeringat. Atau ruang ber pengatur
udara (AC) meski berhawa sejuk tetapi menyebabkan udara kering, jadi
bayi yang berada didalamnya perlu diberi banyak ASI (minum).
*

Residu (sisa pembuangan) yang berlebihan, antara lain pembuangan
protein yang umumnya bersumber dari lauk-pauk hewani dan nabati
(kacang-kacangan). Dalam hal ini tips yang dapat membantu mengatasi,
berilah bayi cairan lebih banyak. Bagi bayi yang sudah mendapat
makanan padat, pemberian lebih banyak tepung-tepungan dan buah
tertentu (pisang, papaya) sering dapat menolong.
*

Selain residu protein, residu mineral juga sering membuat
sembelit. Protein dan mineral berlebih menjadikan tinja menyerupai
kotoran kambing, berbungkil-bungkil. Coba tengok bila ibu memberi bayi
suplemen (sering disebut) vitamin, apakah juga mengandung mineral
misal zat besi (ferum/iron), bila demikian sampaikan keluhan ini pada
dokter sambil bertanya apakah suplemen perlu dihentikan dahulu, atau
dikurangi dosisnya.
*

Pemberian obat-obatan tertentu misal antibiotik, obat flu juga
memberi efek samping sembelit.

Kalau bayi sudah mulai diberi makanan tambahan, dan buah, namun masih
sembelit juga, amati jenis sayur mayur dan buahnya. Kalau ternyata
sayur mayurnya sudah lengkap (lebih dari satu macam), dan buahnya
selain cukup porsinya, berasal dari jenis buah yang tidak bikin
sembelit (salak dan buah lain yang banyak getah), kemungkinan
penyebabnya bukan itu. Bisa jadi memang kurang mendapat minum air
putih.

Apabila sudah diberi air putih masih sembelit juga, tentu ada yang
tidak beres dengan pencernaannya. Ada beberapa kelainan usus pada bayi
baru lahir yang bikin sembelit. Usus yang melipat, terlilit, atau ada
bagian usus besar yang mengalami kelainan pada pangkal anus, kesemua
itu juga bisa muncul dengan gejala sembelit. Untuk itu perlu
pemeriksaan lanjutan lebih dalam guna memastikannya.

Kasus bayi sembelit dapat diatasi dengan pemberian pencahar, namun
harus atas pengawasan dokter. Jangan memberi sembarang pencahar karena
pencahar sendiri bukanlah obat sembelit, melainkan hanya untuk
mengatasi sesaat. Penyebab sembelitnya sendiri yang perlu dilacak,
agar sembelitnya bisa tuntas ditanggulangi.

Oleh : dr. Handrawan Nadesul

(Sumber: www.sahabatnestle.co.id)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s