Memberi Bekal yang Abadi

Bekal apa lagi sih yang bisa kita kasih ke anak2 kita selain pendidikan dan pengarahan. Pendidikan sekolah hanya sepersekian-nya saja, tapi yang paling besar ya pendidikan dari rumah, dari orang tuanya (idealnya). Bukan pendidikan matematika, atau geografi, tapi pendidikan yang lebih mendasar; pendidikan sikap, pemikiran dan kehidupan. Daaan semua itu dimulai dari jaman bayi masih di kandungan, bayi, anak2 sampe dewasa.

Hari gini aliran informasi dan ilmu udah ga ada batasnya; bisa didapet dari buku, internet, institusi, lingkungan dll. Sampe2 ga jarang kita kewalahan menerima informasi yang bertumpang tindih bahkan kadang2 berlawanan satu sama lain. Duh! bikin pusing. Maunya kasih yang terbaik buat anak, tapi manakah yang terbaik? mana yang lebih benar? Itu pun sebenarnya nggak mutlak, setiap individu punya gaya mendidik yang berbeda, yang terbaik untuk kondisi masing2. Aku sendiri ngerasa ga mampu kalo harus memaksakan pendidikan ideal buat Mozi, ada yang sesuai dengan karakter dia, ada yang enggak. Jadi ya dipilah2 aja lah  mana yang bakal jadi bekal dia seumur hidup, mana yang cuma buat sementara aja pas masih bayi atau anak2. Mana yang absolut harus ditekankan, mana yang pilihan dan nggak perlu dipaksakan sedini mungkin.

Bekal Ketrampilan Bayi
Maunya sih makan kudu duduk di meja  maka dengan manis dan belajar makan sendiri, tapi ya namanya Mozi dia cuma tahan 5-10 menit duduk di high chairnya. Jadi ya selebihnya makan masih sambil digendong2 atau sambil main. Semoga aja makin gede dia makin disiplin, selama kita bisa kasih contoh yang bener (lah emaknya aj makan di depan tipi :p).  Dikasih dan dibiasakan makan sehat.  Dikenalkan dengan susu selain ASI setelah cukup umur,supaya nggak kaget waktu disapih. Belajar berpisah sementara dengan orang tua. Belajar mengenal orang baru. Belajar menggunakan toilet supaya nggak ngompol terus dan lepas dari popok.

Bekal Masa Kanak2
Ya meskipun si cilik ini masih belum ngerti atau bahkan belum bisa dengerin kita secara seksama, tapi ga ada salahnya dikenalin dengan nama2 hewan, warna, angka2 dan benda2 di sekitarnya. Dibiasakan suka baca buku daripada liat tivi. Diajarin sayang hewan, taneman dan lingkungan. Maen sama temen sebayannya dan belajar berbagi. Diajari pentingnya kebersihan dan kesehatan, tapi nggk perlu takut kotor (kayak iklan deterjen ih). Belajar mengucapkan salam, terima kasih dan tolong

Bekal seumur hidup
Agama, itu nomor satu. Kita orang tuanya ga akan bisa selalu mendampingi dan mengarahka dia seumur hidup. Tapi selama dia punya pegangan agama, insyallah bener jalannya (in case dia lupa, dia bisa inget nama tengahnya: Muhtadin -orang yang selalu diberi petuntuk olehNya). Yang kedua kasih sayang, kalo dia sampe dewasa nanti inget kalo sejak kecil diberi kasih sayang yang cukup, aku berharap dia bisa menjadi pribadi yang tangguh dan nggak mudah goyah. Kami pengen di selalu inget bahwa apapun yang terjadi dia selalu bisa mengandalkan keluarga (in case dia lupa, masih ada album foto lah ya). Menghormati orang lain dan tidak membeda2kan (yang ini kudu dibiasakan gaul dengan orang berbagai jenis nih). Yang terakhir , cinta Indonesia dong….dimanapun dia berada *merdeka! (in case dia lupa masih ada akte kelahiran)

Sekarang tinggal berdoa aja semoga kitanya dikasih kesehatan, kekuatan dan kesabaran untuk mendampingi Mozi dan ngajarin itu semua……Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s