Posting Pro-Working Mother *

* buat yang sudah bahagia/bulat hati/harus jadi Stay at Home Mom tidak perlu membaca posting ini

Seperti yang sudah jelas terbaca dalam judul, posting ini dibuat untuk memberi semangat pada para ibu yang (harus) bekerja di luar rumah dan meninggalkan anaknya beberapa jam dalam sehari. Karena sudah bukan rahasia lagi kalo kebanyakan para WM itu menyimpan rasa bersalah, derita, kesedihan, keraguan dan keengganan yang besar dalam menjalani keputusan ini, mungkin setiap harinya. Dan saya adalah salah satunya. Setelah baca artikel dari Yahoo ini, saya jadi sedikit lebih tenang dan lebih bersemangat menjalani hari2 kerja. Dan saya ingin menularkannya pada sesama WM. Bukan berarti menjelek2kan SAHM dan meracuni lho. 

Sebagai latar belakang aja nih ya. Sesungguhnya saya sudah pernah menjalani keduanya (SAHM dan WM) jadi sedikit banyak ngerti lah gimana rasanya. Saya sudah pernah ngerasain jadi Stay at Home Mom selama satu tahun penuh, plus 6 bulan waktu masih hamil. Sebelumnya saya bekerja fulltime sudah hampir 4 tahun, dan sekarang saya kembali bekerja karena panggilan tanggung jawab. Sehari2 saya bekerja dari pukul 8 sampai pukul 5, dan selama itu anak saya berada di Daycare. Sejauh ini sudah menjalani kurang lebih 5 bulan rutinitas tersebut tanpa jasa asisten di rumah. 

Sebenernya dari artikel Yahoo itu aku setuju dalam banyak hal, tapi masih ngerasa mereka kurang menggali faktor2 yang membuat WM itu lebih sehat dan lebih bahagia. Dengan catatan kerjanya nggak career minded dan workaholic ya. Kerja secukupnya aja, atau mungkin part-time di luar rumah. Kalo menurutku sih ada beberapa faktor:

Dua Dunia
Buat aku dengan bekerja di luar rumah itu bukan menambah kerjaan baru, tapi menciptakan dunia baru. Idealnya, kalo stres di kantor sampe rumah jadi lebih tenang dan sebaliknya. Jadi ada tempat untuk pikiran dan badan untuk menyegarkan diri dan menata ulang. Mungkin itulah kenapa idealnya seorang ibu tidak bekerja yang career-minded, karena dengan demikian dia akan memiliki 2 fokus dalam hidupnya (atao malah lebih fokus ke karir?) sehingga bisa ngerasa tertekan baik di rumah maupun di kantor. 

Jauh Jenuh
Jadi ibu rumah tangga itu sodara, kerjaan 24 jam 7 hari seminggu nonstop. Ga ada libur, ga ada bolos, ga boleh salah. No harder job in this whole wide world. And the pressure is massive. Dengan bekerja di luar rumah, kita nggak akan terkungkung dalam satu lingkungan yang sama terus menerus. Ada ganti suasana, ganti obrolan, ganti orang, ganti kerjaan. 

Berasa Berharga Banget
Dengan menghabiskan waktu terpisah beberapa jam dengan anak (dan house chores), maka saat kita ketemu anak (dan house chores) itu jadi berasa berhargaaaaa bangetttt. Precious. Takutnya, kalo sehari2 disibukkan dan dibikin emosi dengan kelakuan si bocah, kita malah jadi setres liat si anak. Kesian kan ya. Takutnya lagi kalo sehari2 di dalem rumah jadi lupa gimana dulu perjuangannya nyicil rumah itu dan mendekorasinya :D.

Empowering
Perasaan bisa berbuat lebih pada dunia (kerja) sementara masih bisa menangani rumah tangga dan anak itu rasanya hebat banget. Empowering! Sebuah perasaan yang membanggakan, bikin semangat dan bahkan pengen berbuat lebih baik lagi lagi lagi dan lagi. Mungkin ini kembali pada kodratnya manusia yang membutuhkan orang lain. Baik itu butuh penghargaan orang lain, maupun butuh membantu orang lain. Ya gimana2 kalo sukses nyuci sprei 2 gunung di rumah yang muji cuma suami (itu juga kalo ketahuan :D). 

Daripada Dosa
Manusia, kalo lagi gak fokus itu adaa aja celah bikin dosa. Nungguin anak di sekolah, jadi nggosip. Kelamaan nungguin suami pulang, jadi marah2. Ngeliat ikan gosong jadi ngomelin anak yang rewel makan dll. Nah kalo energi dan pikiran udah terbagi dengan kerjaan di luar, diharapkan jadi ga sempet mikir2 yang negatif dan melakukan hal2 yang tidak berguna. 

Keluarga Kompak 
Kalo aku yang jadi SAHM nih ya, kadang2 masih adaaa aja terselip pikiran bahwa aku yang bekerja paling berat di rumah ini. The only one who run this family. Nggak peduli suami stres di kantor, anak susah di sekolah, semuanya ga ada yang ngalahin capeknya ibu rumah tangga. Ya dengan kita membagi waktu di rumah dan di luar rumah, otomatis kan kerjaan di rumah jadi dibagi rata tuh. Suami kebagian tugas buang sampah, anak2 kebagian tugas cuci piring, mesin cuci kebagian nyuci, tukang katering kebagian masak, dll dst. Believe it or not, semua jadi belajar mandiri lho. Nggak ada lagi magic word “ah kan ada mama yang ngerjain” …. huh!

Dan pada intinya sodari-sodari sekalian, istri dan ibu yang bahagia adalah salah satu kunci keluarga bahagia. Tul ga? 

Img_0464

Advertisements

2 thoughts on “Posting Pro-Working Mother *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s