Mozi dan (persiapan) Sekolah

Bukan tentang rencana2 atau strategi2 persekolahan si Mozi, cuma pengen cerita2 aja sih tentang perkembangan terkini persiapan sekolah Mozi. Bukannya kita nyiapin kayak gimana, cuma kebetulan di sekitar kami sedang rame masalah sekolah si precil2 ini.

Seorang teman di Belanda sedang survey TK untuk anaknya yg seumur mozi, karena kabarnya untuk sekolah bagus kudu waiting list bertahun2 (bahkan saat ibu masih hamil sekalipun). Seorang kerabat pusing liat harga sekolah di daerah jaksel dan hampir memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di skolah negeri di kampungnya aja, dan memberinya les berbagai ketrampilan sebagai kompensasinya. Seorang teman di Malang juga sedang berencana memindahkan sekolah TK anaknya karena TK yang kabarnya berstandar internasional itu ternyata pergaulannya tingkat tinggi juga, masa ultah anak TK aja makan biaya sampe jutaan, dengan pesta besar2an dan goodie bag yang bikin malu temen2 lain yg ultahnya sederhana. jadilah anak TK udah pada bawa ipad dan hp karena teman2nya pada bawa ke sekolah. Seorang bapak yang kita temui di bandara mengeluhkan anaknya yang baru saja DO dari sekolah preschool nya karena sering memukul dan membuat gara2 di sekolahnya. Hufff……ini belum SD, SMP, SMA, Kuliah aja masalahnya udah ribet gini yak….

Untuk Mozi kami bersyukur sekali Daycare-nya sekarang ini lumayan mendidik. Meskipun untuk usia 1-2 tahun masih makan-main-tidur dan belum ada pelajaran apapun, tapi untuk anak2 diatas 3 sudah ada muatan2 pelajaran seperti belajar lagu nasional, mengenal warna, doa sehari2, menari, senam dan pelajaran2 ringan lainnya. Sekarang pun Mozi yang lebih suka bergaul di kelas gede sedikit demi sedikit sudah menyerap pelajaran itu. Jadi insyallah sampe umur 3-4 kalo aku masih kerja dan dia masih di daycare, kita ga perlu bingung sekolah PAUD atau preschool.

Beberapa minggu lalu Mozi ‘nyasar’ ke stand promosinya Planet Kidz school. Akhirnya kami ‘terpaksa’ nanya2, ngobrol2 dan akhirnya dateng ke open housenya. Sumpah deh, kalo Mozi belum sekolah dan aku pengen mengenalkan dia dengan lingkungan sekolah aku bakal masukin dia ke sekolah ini. Lokasinya di daerah menteng-jakpus di sebuah rumah gede yang disulap jadi sekolah lengkap dengan outdoor playground, petting zoo, sand box, gym, ruang gamelan, dlsb.

Yang bikin aku paling kesengsem adalah; sekolah diajarkan sepenuhnya dalam bahasa indonesia lengkap panggilan ‘Ibu’ dan ‘bapak’ untuk para gurunya. Sudah langka sekolah berkualitas yang masih ‘mau’ pake bahasa indonesia kayak gini. Bahkan si ibu kepala sekolah pun meng-klaim kalo mereka satu2nya di Jakarta. sehingga banyak orang dari jakbar, jaktim yang menyekolahkan anaknya disini. salah satunya juga karena area outdoornya yang juga langka, dengan kebanyakan sekolah yang berada di mall, ruko dan gedung perkantoran ber-ac. Menyedihkan ya kalo inget jaman aku TK dulu gampang banget nemu sekolah yang seperti ini. 

Di open housenya Mozi diajak main mobil2an dan belajar lalu lintas di taman depannya. terus nyobain alat band, dilanjut prakarya dan kasih makan kelinci dan ikan yang bikin mozi ketagihan banget. Sayangnya Planet Kidz hanya punya kelas toddler (2-3) dan preschool (3-4) dan gak ada tk. 

Tapi melihat tingkah mozi yang ga bisa disuruh duduk diem, dan cenderung suka bermain sambil belajar, aku semakin yakin aja sama konsep sekolah alam. apalagi pas diceritain sama sepupu yang kedua anaknya sekolah di sana. Mereka tidak punya kelas, sehingga pelajaran bisa dilakukan di saung, di lapangan, di sawah, dimanapun di area sekolah. untuk 15 anak diawasi oleh 2 guru sehingga memungkinkan bimbingan karakter, dimana guru dituntut untuk mengenali karakter belajar seorang anak dan tidak memaksakan metode pengajarannya.

Anak sebisa mungkin belajar dari pengalaman langsung misalnya pelajaran wirausaha dengan mengadakan bazzar, pelajaran geografi dengan melihat video dll. ujian dilakukan bukan untuk mengejar nilai tapi untuk mengetes pemahaman anak, bahkan sudah bukan rahasia kalo guru sekolah alam suka sms ortu untuk tidak memaksa anaknya belajar saat menjelang ujian, supaya anak tidak stres. ditambah lagi guru2 tidak memberikan pe-er sehingga anak bisa istirahat dan tetap bisa bermain di rumah. seruuu yaaaa

Menurutku sudah ideal untuk masa pengenalan Mozi ke dunia sekolah dan pelajaran persiapan SD. Tapi aku masih menyimpan keraguan bagaimana bila Mozi harus dimasukkan sekolah ‘standar’ waktu SD dan SMP nya nanti? apakah dia akan berontak dan kaget dengan sistem belajarnya? Apakah dia bisa mengikuti metode pengajaran dalam kelas? Bagaimana dengan sistem saringan masuk sekolah yang sekarang masih mengacu pada nilai? still a big question. Tapi untuk sekarang sih kita mau2 aja pas ditawarin sepupu untuk masukin Mozi ke waiting list sekolah alam tahun 2014.

 

PhotoPhoto_17Photo_18Photo_19

Advertisements

4 thoughts on “Mozi dan (persiapan) Sekolah

  1. yang penting itu bahasa indonesia nya…ben dia cinta bahasane dewe..mau belajar bahasa lainnya gampanglah..emake kan jagoan..eyangnya kan Mbah’e pendidikan bahasa inggris..D

  2. huaw seandainya depok menteng tinggal sekali ngojek bayar ceban. kiara bakalan jadi temen sekelasnya mozi nih :D. btw akupun setuju soal berbahasa Indonesia ituh, gak sok2an keminggris, tau nama "lion" tapi ga tau bahasa indonesianya lion itu apa *miris*.

  3. kiara…..kamu mau ngekos nak? ayo pulang sekolah brg mozi aj :D<br><br>miris lagi kalo ngomong basa indonesia cuma ke pembantu doang….anak berasumsi basa indonesia bahasa kelas rendah 😦

  4. haha… masih playgrup aja udah ngekos yah :)))oh baru tau loh, ada yg ngomong bhs indonesia cuma sama pembantu. ckckck… ortunya kebangetan nih 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s