Bermain di Kota Kembang

Alhamdulillah sekali……kadang liburan berkualitas itu datang tanpa direncanakan.
Perasaan jenuh ini udah menyerang sejak akhir tahun lalu deh, terus sempet ditahan karena mau liburan bulan agustus 2011 terus gagal, direschedule september 2012 gagal maning, bahkan liburan pendek ke Bali pun terpaksa digagalkan juga karena akan ada hajatan besar jadi keluarga besar butuh banyak bantuan (ato mereka sebenernya pengen ikut juga sih??). Bahkan beberapa hari sante2 di hotel (dalam rangka kerjaan bapake) kunjungan ke Malang, kunjungan keluarga Malang ke Jakarta pun tidak berhasil memulihkan semangat, yang ada malah tambah capek dan penat.

Lalu diantara raker marathon itu (kerjaanku dan kerjaan bapake yang bergantian setiap minggu) ada salah satu workshop bapake yang dilaksanakan di Bandung. Tidak seperti workshop sebelumnya yang diadakan di pedalaman hutan Palembang, kali ini kayaknya lebih family friendly. Kebetulan lagi kangen banget sama Bandung (terakhir ke sana sebelum hamil), dan feeling-ku mengatakan kali ini akan menjadi libura yang menyenangkan. Jadilah dengan tekad dan ridho-Nya aku rencanakan untuk menyusul bapake (yang sudah berangkat duluan hari Rabu) naik KA langsung dari kantor. Kenapa ga travel? karena males macetnya, khawatir mozi bosen karena sempit, dan takut pusing kalo yg nyetir ga enak. I always enjoy train ride more than car ride or even plane.

Hari jumat berjalan seperti biasa. Mosi ke sekolah, ibu ke kantor, tapi satu ransel Thomas sudah siap di loker Mozi. Jam 15 kurang, sebelum awan kelabu bergulung2 aku udah minta ijin pulang ke bos. 2 jam sebelum teng masih forgivable lah, apalagi kerjaan juga udah dikebut…..ga usah potong gaji ya Bu :p. Langsung cus, naik ojek ke sekolah Mozi. Di sekolahnya Mozi sudah disiapkan oleh Bunda2nya. Sudah bangun, mandi, ganti baju dan sedang duduk manis minum jus. Padahal biasanya jam segitu dia baru melek. Dari sekolah langsung ke Gambir dalam waktu kurang dari 10 menit (tetanggaan). Beli Dunkin Donut buat nyenengin Mozi di KA, dan paket fried chicken untuk siap2 makan sorenya

Wih kapan ya terakhir naik kereta…..kayaknya udah lamaaaa banget ga ke Gambir selain jemput orang. Yang pasti sejak ada kebijakan pengantar tidak boleh masuk peron, Gambir jadi lebih lengang dan teratur. Sampe di peron pun KA Argo Parahyangan sudah siap menunggu jadi kita bisa langsung naik, mozi bisa langsung selonjoran menikmati donat sambil melihat pemandangan. Tepat 15.50 kereta bergerak. Karena baru bangun tidur, jadi si tole seger aja di KA. Untung bawa banyak makanan dan mainan jadi dia ga bosen. Paling deket2 cimahi aja dia rewel kebosenan tapi akhirnya ketiduran setelah nempel sarung jimatnya. Ibunya pun merem sebentar.

0photo_1

Jam 19 kurang, kereta sudah masuk stasiun….oh tuhan stasiun ini menyimpan banyak kenangan sekaliii….Bisa menginjakkan kaki disini lagi di suatu senja yang dingin dengan gerimis kecil dan seorang anak kecil yang ngantuk di gendongan itu rasanya melo sangaaaat. Seperti Gambir, St.Bandung pun jadi lebih teratur. Bapak sudah menunggu di pintu keluar dan serah terima Mozi dilakukan. Malam ini sampe besok pagi kami masih dapat jatah di hotel tempat workshop-nya bapak di The Trans Hotel yang baru ituh. Jadilah meluncurlah kita dengan taksi ke komplek Trans.

Memang komplek itu tidak sebesar yang kukira (sebesar Ancol atau Trans Makassar) tapi cukup megah dengan Trans Studio, Trans Studio Mall, The Trans Hotel dan Ibis. Kawasan itu sendiri tidak asing bagi kami, karena itu merupakan ex-kawasan Bandung Super Mall (sekarang TSM). Trans Hotel sendiri merupakan pengalaman tersendiri karena sebagai hotel nasional dia punya standar internasional dengan dekorasi dan fasilitas yang extravaganza. Contoh ke-extravaganza-an nya misal; di dinding pintu masuk ada naga dari kristal putih sepanjang 5m an, dinding sepanjang koridor dilapisi kulit sintetis semacam tas emak2 gitu. Tapi banyak juga fasilitasnya yang convenience; seperti kids club nya yang lengkap (mulai dari baby room, xbox sampe ice cream cafe), kolam renang luas dengan pantai buatannya (pantai pertama mozi!), tirai yang bisa dikendalikan otomatis (hah katrok!) dan toileteries yang embat-able (sisir sikatnya maaak lembuut).Memang nggak lama sih, cuma setengah hari kami disana (ibu dan Mozi) tapi cukuplah untuk menikmati beberapa fasilitasnya dan mampir ke mal sebentar beli popok.

0photo_40photo_30photo_2

Besok siangnya begitu check out dari Trans kita meluncur ke pusat kota, tepatnya kawasan gedung sate yang merupakan daerah kekuasaan kita jaman dulu. Aku yg lagi ga pengen ber-hotel2 sudah memesan satu kamar di sebuah Guesthouse di Jl.Taman Cibeunying. Alasananya? pengen istirahat di suasana rumah, yang bisa jalan kemana2 dan ngerasain pengalaman baru tinggal di kawasan rumah mewah di Bandung hehe. Takdir kami mempertemukan dengnan Guesthouse Selaras ini, karena hotel dan guesthouse lain penuh di Bandung. Kalopun ada yang available, harganya mahal.

Photo_5

Tapi ternyata pertemuan kami dengan Guesthouse Selaras ini sama sekali tidak mengecewakan. Dekorasi-nya mengagumkan menurutku. Dia berhasil mempertahankan fitur2 rumah kolonial dipadukan nuansa moderen/minimalis tanpa terkesan kuno atau serem. Bahkan untuk sebuah guesthouse dia punya fasilitas yang lumayan lengkap; function hall, dining room, restoran, bahkan dapur kelas hotel yang bisa terima pesanan dari kamar2. Kalo kamar2nya sendiri sudah bangunan baru, jadi jangan bayangkan tidur di kamar eyang dengan kasur reyot dan kamar mandi suram. Interiornya udah bintang 3 dengan hot-cold shower, spring bed, sofa, LCD tv, cable dan sistem listrik terpusat yang diaktifkan pake kartu itu lho…..

Photo_6

Setelah makan siang di Roemah Nenek (yang ternyata sebelahan sama guesthouse) dan
sempet istirahat siang, malemnya kita menembus gerimis demi mengunjungi FO terdekat. Misinya sih nyari celana ganti karena semuanya udah basah dan kotor kena lumpur. Tapi ya akhirnya merembet beli kaos buat mozi, mainan dan jaket buat ibunya di The Summit. Sebetulnya sejak sebelum berangkat mau nyari FO yang ada area bermain anak2-nya supaya si precil ga bosen, tapi ga berhasil. Meskipun lumayan terobati di FO The Secret yang konsep nya lucu banget. Untuk masuk toko kita masuk bagunan kotak serba hitam dan masuk lorong gelap dengan lilin2. Dalemnya sih biasa aja, tapi begitu keluar lewat pintu belakang tiba2 kita berada di sebuah taman rahasia yang gak hujan! Oh ternyata itu adalah taman semi-indoor dengan kolam, kafe dan kursi ayunan kayu yang dikelilingi2 toko2 lain.

Photo_1

Karena masih belum nemu celana dan karena Mozi masih nagih mainan anak2, akhirnya kita terpaksa ke our all-time-favorite-mall BIP. Disana Mozi naik kereta, main seluncuran di Texas Fried Chicken sementara ibunya blusukan ke distro2 anak bandung…hhihihhihi..Setelah itu kembali menaiki angkot untuk pulang ke hotel. Oh iya, sebagai ex-local kami malu kalo harus kemana2 naik taksi/mobil jadi kita back to angkot meskipun harus oper berkali2.

Photo_3

Esok paginya, hari minggu kami hanya akan mengisi waktu sebelum check-out dan sebelum keberangkatan kereta kita jam 14.30. Tema-nya adalah outdoor playing dan mungkin sedikit ngafe2. Dari hasil browsing kami memilih Taman Lalulintas yang ternyata adalah sebuah taman bermain umum di tengah kota. Masuk-nya 6000an dan di dalam taman kota yang teduh itu sudah ga beda jauh sama Sengkaling dengan panggung hiburan, resto, komidi putar dan mainan2 gratis lain seperti ayunan, perosotan dll. Bukankah sudah saatnya kita kembali ke taman kota? (daripada mesti bayar mahal ke Kampung Gajah, Kampung Stroberi atau Trans Studio hehe)

Photo_2

Dari situ, masih di kawasan yang sama kami mencoba kafe The Hummingbird yang lagi heitz itu. Emang lucu sih kafenya, model2 shabby chic gitu dengan hidangan eropa dan lagi2 area bermain anak2…..gak ada matinya.

Photo_4

Menjelang tengah hari kami kembali ke hotel untuk berkemas dan berangkat ke stasiun, kali ini bertiga bapak. Karena kcapekan maen, si mozi malah ketiduran sepanjang perjalanan. yaaaaaaahhh…….giliran ada bapaknya aja dia tidur…….
Tapi kami puas……mendapatkan banyak pengalaman baru, sambi menikmati nostalgia di kota kenangan, udaranya sejuk, ga terlalu becek, dan yang pasti si kecil senang, ga kecapekan dan tetep sehat…Alhamdulillah

Apa tolok ukurnya bahwa sebuah liburan saya katakan berhasil? Waktu masuk kerja hari seninnya kayak udah lamaaa banget ga pegang kerjaan dan sedikit rasa bersalah karena bersenang2 sementara teman2ku mungkin ada yg lembur dan bergelut dengan jakarta yang ruwet. Maap yak, padahal cuma sabtu-minggu doang hihihi

Till the next vacation!!!………

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Bermain di Kota Kembang

  1. Bearati kapan2 kalo aku pengen liburan ke mBandung, boleh ya minta petunjuk nginep di mana & tempat apa aja yang layak kunjung ya *yang banyak playground-nya gitu* :DDari dulu pengen liburan sejenak ke Bandung tapi grogi mulu berhubung blank sama sekali soal bandung :p

  2. @icha_rizha yoih yoih saya bisa kasih masukan, tapi jangan harap tempat2 heitz macam jujugan-nya Miund atau Wortje ya….saya mah selera penduduk lokal@soegambil kita dulu ke BIP juga kaaaaaahhhh?? aku yg paling inget malah ke Dago Sisa Expor…

  3. Eh lho, eh… Malah jangan berkiblat ke situ! Gak sanggup aku! :DSelama ini kalo mau browsing2 liburan murmer gak pernah nyontek mereka. Aku bisa nemu hotel yang harga 3 malemnya seharga 1 malem hotel yg mereka inepin, hiakakakak… Guest house yang itu juga mau lho… Kapan2 ya tak colek2 lagi 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s