TV Policy

Kami ingin membesarkan anak (generasi) yang tidak tergantung dan tidak terkena dampak negatif televisi. Lebih banyak membaca dan berkegiatan di luar. Lagipula tanpa tv pun sebenarnya tidak ada ruginya, informasi dan pengetahuan bisa didapat dari sumber lainnya. Sedangkan televisi menurut aku punya dampak2 negatif yang perli dihindari; dari fisik aja radiasinya jelek, perubahan gambar yang cepat di televisi kadang bisa bikin mata sakit, belum lagi efeknya ke perilaku anak ada yg bilang bikin anak/orang jadi agresif dan susah konsentrasi pada sesuatu yang statis (buku/pelajaran/pemandangan yg tidak berubah), belum lagi tayangan yang belum tentu semuanya bermutu, terus menurutku kalo kebanyakan dapet informasi secara visual dari TV itu bikin anak/orang males baca, selain itu kalo udah ketergantungan sama tv udah pasti males bersosialisasi dan males keluar rumah. Yang terakhir saya kurang sreg memberikan pendidikan dan informasi pada anak melalui TV karena saya tidak memegang kendali atas apa yang disampaikan dan bagaimana cara penyampaiannya.

Tv disini saya definisikan secara luas aja; yaitu menonton layar kaca. Baik itu saluran nasional, saluran berlangganan, video, video games etc. Untuk menghindari dampak negatif tv itu tidak membuat kami mematikan televisi 24jam penuh atau malah tidak memiliki tv sama sekali (bapak-ibunya sih udah biasa ga punya tv) tapi dengan tidak menjadikan tv sebagai center of attention. Berikut ini adalah peraturan tv kami:

1. Tidak menggunakan tv berukuran besar, sehingga tayangan dan suaranya tidak mendominasi kegiatan kami
2. Tidak berlangganan tv kabel agar anak (dan ortu) tidak memiliki kendali penuh atas saluran tv yang bisa berlangsung 24jam nonstop

3. Tidak memutar video atau cd filem di televisi agar anak tidak memiliki konsep bahwa filem favoritnya bisa ditonton kapan saja
4. Menonton Tayangan yang masih dalam taraf aman antara lain; tayangan pengetahuan, masak-memasak, beberapa filem kartun (yg tanpa kekerasan), beberapa berita (yg tanpa kekerasan), travelling dan kuliner

5. Mematikan tv saat ada kegiatan lain misalnya; makan, menerima tamu, sholat, tidur pastinya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s